Selasa, 03 Januari 2012

Mutiara Water Park, Family Can Fun

,
Wahana Air Terjun Di Mutiara Water Park, Foto: Henry
Serang, BantenCorner - Ingin berwisata Air di Daerah Serang Banten selain ke pantai? Mutiara waterpark jawabannya. Beberapa fasilitas seperti wahana kolam Air terjun (Kiddy waterboom), kolam anak (Kiddy pool), kolam Lumba-lumba (Ember Tumpah ), Kolam Arus, serta Flying Fox dan Outbound Kids menjadi pilihan utama bagi para pengunjung terutama di akhir pekan
MUTIARA Waterpark awalnya merupakan Fasilitas dari Perumahan Bumi Mutiara Serang yang di operasionalkan sejak 14 Maret 2006 sebagai Pusat Rekreasi Air Keluarga. Berletak di Jl. Syech Nawawi Al Bantani, Banjar Agung – Cipocok, Kota Serang – Banten sekitar 6 kilometer dari Ibukota Serang dan pintu Serang timur Jalan Tol Jakarta – Merak.
Harga tiket masuk yang di tawarkan pun tidak membebani kantong, cukup dengan mengeluarkan kocek Rp. 15.000,- di hari biasa, dan Rp. 20.000,- untuk hari libur, membuat rekreasi ini menjadi tempat favorit para orang tua untuk menghabiskan waktu luang mereka bersama si kecil. (Reja)

Ember Guyur menjadi wahana unggulan Mutiara Water Park, Foto: Henry


Pemandangan Mutiara Water Park saat matahari terbenam, Foto: Henry



Senin, 02 Januari 2012

Cisungsang merayakan Seren Taun

,

Salah sorang yang bertugas sebagai, Foto: Henry 
LEBAK, Banten Corner - Upacara Seren taun di Cisungsang, Kecamatan Cibeber Kabupaten Lebak telah digelar pada Sabtu, (10/09) 2011 lalu.
            Acara Seren taun ini  diisi dengan berbagai kegiatan terutama yang menyangkut kepentingan masyarakat adat, mulai kegiatan Nibakeun Sri ka Bumi, Ngamitkeun Sri U Bumi, Ngunjal, Rasul Pare di Leuit, dan Seren taun (menyimpan padi di lumbung) sehingga pelaksanaan Seren taun menjadi  lebih bermakna.
Bentuk dari acara inti seren taun tersebut, dengan membawa berbagai macam hasil bumi, berkeliling lapangan di halaman rumah adat yang di tempati oleh kepala adat, sambil diiringi alunan musik tradisional setempat, yaitu angklung, gendang serta lisung.
 Lisung merupakan alat pertanian tradisional yang digunakan masyarakat Cisungsang pada masa lampau, untuk menumbuk padi, kopi, dan tepung. Alat ini terdiri dari 8 alu (penumbuk, kayu yg memiliki ukuran kurang lebih, diameter 7cm dan panjangnya 1 meter ). Alat ini di gerakan oleh delapan orang secara bersamaan, sehingga memunculkan bunyi yang khas.
            Adat upacara Seren taun sejak beberapa dasawarsa sampai saat ini masih tetap bertahan di Kabupaten Lebak  khususnya di Cisungsang. Hal serupa ini sudah semakin langka di beberapa daerah, maka warga Cisungsang harus bersyukur masih bisa bertahan memelihara budaya ini. Acara ini dipertunjukan setiap awal bulan Juli dan puncaknya pada bulan September. Makna dari Seren taun ini adalah bentuk rasa syukur atas karunia yang diberikan oleh sang pencipta. (Henry)

Prosesi adat Seren taun, Foto: Henry

Prosesi adat Seren taun, Foto: Henry

Sebuah rumah panggung untuk menyimpan hasil panen, Foto: Henry

Prosesi adat Seren taun, Foto: Henry

 

BANTEN CORNER Copyright © 2011 -- Template created by O Pregador -- Powered by Blogger Templates